

Rembulan yang tak terlelap melukis langit malam
Senyum kesepian mekar di dalam sangkar tanpa akhir
Meski memori seribu tahun menghimpit dadaku
Suaramu yang mengenal "masa kini" menggetarkan hatiku
Aku bertemu denganmu lagi... dirimu
Kenangan yang telah lama sirna
Meski raga ini memudar ditelan malam
Kali ini, aku ingin hidup tepat di sisimu
Di dunia yang hancur ini
Kunyalakan seberkas harapan
— Wahai bulan merah, bimbinglah aku
Bulan merah, malam merah... bagaimana cara menggapaimu
Demi bertahan hidup, tlah kuambil nyawa tak terhitung
Malam sepi yang bertahan sejak zaman mitologi
Aku selalu sendirian... aku merasa takut
Aku benci tubuh ini, yang kelaparan akan darah
Mengapa aku lahir untuk menyakiti mereka yang kucintai?
Aku tak bisa berjalan di bawah mentari, mereka semua takut padaku
Aku hanya ingin hidup... aku minta maaf
Aku minta maaf... aku minta maaf
Kapan aku lahir, sudah berapa lama aku di sini?
Aku tak ingat lagi, sangkar tanpa akhir ini
Hanya aroma mawar yang bisa menyelamatkanku
Namun bau darah takkan pernah bisa hilang
Siapa yang menginginkan ini? Siapa yang memutuskan?
Hal seperti ini
Tak bisa kuhapus... aku tak menginginkan ini lagi
Setiap zaman tetaplah sama
Rembulan merah, langit yang memerah
Selalu indah, tak pernah berubah
Namun tak ada lagi yang mencintainya
Seseorang... tolong aku, kumohon tolong aku
Tapi aku takut terbakar oleh sang surya
Inilah garis takdir
Dia tak pernah mengharapkannya
Dia telah terpilih... oleh nasib
Jika ada bilah yang bisa memutus rantai takdir ini
Di suatu tempat di dunia ini
Akan kubuang keabadian tanpa penyesalan
Seseorang selamatkan aku dari penjara tanpa akhir ini
— Perasaan ini adalah kebenaran
Jika ada cara memutus rantai ini, aku 'kan mencarinya
Meski sebagai pelayanmu, aku tak peduli, kucari bersamamu
Selamanya... selamanya... selamanya
Putri bulan yang kesepian mendambakan cahaya
Lebih indah dari siapa pun, lebih rapuh dari segalanya
Lebih lembut, lebih tulus dari siapa pun jua
Namun aku hanya percaya pada senyuman itu
Senyum itu mengubahku menjadi seorang "manusia"
Ah... bagai sebuah mimpi, inilah akhirnya
Warna fajar yang kulihat bersamamu
Matahari terbit pertama yang pernah kukenal
Bersinar lebih terang daripada keabadian
Aku tak lagi sendirian
Meski kita berpisah, hati kita tetap menyatu
Menghancurkan salib takdir
Aku bukan lagi sang putri rembulan
Biarlah aku diadili di bawah cahaya mentari... aku tak keberatan
Terima kasih... selamat tinggal
- Lyricist
Tera Kira
- Composer
Tera Kira
- Producer
Tera Kira
- Vocals
Tera Kira

Listen to Darah Mawar by Tera Kira
Streaming / Download
- ⚫︎
Darah Mawar
Tera Kira
- 2
Dekap Kurangmu
Tera Kira
- 3
Denyut Bumi
Tera Kira
- 4
Detak Ombak
Tera Kira
- 5
Detik yang Kembali
Tera Kira
Artist Profile
Tera Kira
Tera Kiraの他のリリース



