Seribu Tangis Front Cover

Lyric

Seribu Tangis

Tera Kira

"Malam pun mengingat... cinta yang kita lepaskan..."

Aku melangkah sendiri lewat lorong yang hampa

Cahaya bulan jatuh di atas dinding yang runtuh

Kudengar suaramu, ia memudar menjauh

Namun di dalam hatiku, kau selalu menetap

Kita bersumpah cinta kita takkan pernah mati

Namun janji bisa berubah menjadi dusta

Lonceng gereja berdentang, bayangan pun memanjang

Dan aku ditinggalkan hanya dengan bayangmu

Tiap kata yang kau ucap telah sirna

Namun aku masih di sini, masih menggenggam erat

Lewat reruntuhan kupanggil namamu

Lewat api kurasakan hal yang sama

Cinta yang hancur, cinta yang buta

Sesosok hantu yang hidup di hati dan pikiran

Malam begitu dingin, siang terasa panjang

Aku coba melawan, namun aku tak kuat

Kenangan itu menyayat, mereka tak pernah pudar

Seribu air mata yang diciptakan masa lalu

(Bridge - Dark & Atmospheric)

“Lux aeterna, amor mortuus est.”

(Cahaya abadi, cinta telah mati.)

Tak ada doa yang bisa mengubah jarum waktu

Tak ada lagu yang bisa membuatmu tetap milikku

Lewat reruntuhan kupanggil namamu

Lewat api kurasakan hal yang sama

Cinta yang hancur, cinta yang buta

Sesosok hantu yang hidup di hati dan pikiran

"Malam pun mengingat... namun kau telah pergi."

  • Lyricist

    Tera Kira

  • Composer

    Tera Kira

  • Producer

    Tera Kira

  • Vocals

    Tera Kira

Seribu Tangis Front Cover

Listen to Seribu Tangis by Tera Kira

Streaming / Download

  • 1

    Serangan Ganda

    Tera Kira

  • 2

    Seribu Esok

    Tera Kira

  • ⚫︎

    Seribu Tangis

    Tera Kira

  • 4

    Sihir Februari

    Tera Kira

  • 5

    Simetri Hati

    Tera Kira

"