

Panasnya lampu merah mulai memudar
Poster festival kembang api ada di mana-mana
Angin lembap berembus di sela rambutku yang terurai
Musim panas milik orang lain, bukan milikku
Berderu riuh di kejauhan
Apakah ada arti dari hari-hari yang tumpang tindih ini?
Aku hanya bergegas melewati hari agar tidak terlambat
"Terima kasih atas kerja kerasnya,"
Seseorang menyodorkan kopi kaleng. Manis
Yah, aku tidak membencinya. Terima kasih
Karyawan baru itu, dia sangat cekatan
Sedikit menyilaukan, dan cukup membuatku frustrasi
Namun, kata-kata santai yang kita tukar
Gula dan kebaikan. Ini menusuk tepat di dada
Tanpa ada yang menyadari
Aku telah melangkah sedikit demi sedikit
Tadinya aku hanya menatap lurus ke depan
Tapi kini, aku merasa sedikit terselamatkan
Suara tonggeret sudah mulai terdengar
Musim panas 'kan berakhir lagi sebelum kusadari, ya? (KANA?)
Apa aku masih akan terus melangkah, ya? (KANA?)
Yah, setidaknya aku masih bernapas, kan? (KANA?) Perlahan, tapi pasti
Kelemahan yang tak bisa kukatakan pada siapa pun
Telah terhubung dengan hari esokku
Pemandangan yang ingin kulihat, suara yang ingin kudengar
Pasti sedang menanti di depan sana
Di suatu tempat, terdengar suara kembang api
Di atas atap dalam semilir angin malam, kupejamkan mata
Bahkan setelah kembang api usai, musim panas tetap berlanjut
Saat menoleh, ada si "Dekisugi-kun" (Anak Teladan) itu
Dengan mata terpejam dan wajah yang basah kuyup
Dia aneh sekali, sampai aku menyemburkan kopiku!
Apa aku baru saja tertawa untuk pertama kalinya musim panas ini?
- Lyricist
Tera Kira
- Composer
Tera Kira
- Producer
Tera Kira
- Vocals
Tera Kira

Listen to Gula dan Kebaikan by Tera Kira
Streaming / Download
- 1
Gerbang Perpisahan
Tera Kira
- ⚫︎
Gula dan Kebaikan
Tera Kira
- 3
Hancurkan Rasa Takut
Tera Kira
- 4
Harmoni Biru dan Jingga
Tera Kira
- 5
Hujan Hitam Tanpa Suara
Tera Kira



